Soroti Krisis Karakter Generasi Z Lewat Pendidikan Profetik, HMI : Hadirkan Solusi !
SIDIMPUAN, BERITAHMI.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan Periode 2026–2027 kembali menghadirkan ruang diskusi intelektual/ Diskusi Rutin Mingguan bagi mahasiswa dan generasi muda melalui tema “Pendidikan Profetik di Tengah Krisis Karakter, Membaca Tantangan Generasi Z dan Masa Depan Generasi Bangsa.” Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bina Insani sekretariat HMI Cabang Padangsidimpuan-Tapasel, Sabtu, (19/09/2026).
Ketua Umum HMI Cabang Padangsidimpuan-Tapsel mengatakan bahwa generasi muda memiliki tantangan masa depan yang harus dipersiapkan dengan serius.
“Diskusi ini diangkat sebagai bentuk kepedulian HMI terhadap perkembangan karakter generasi muda di tengah perubahan sosial dan pesatnya perkembangan teknologi digital,” ujar Johan Siregar kepada beritahmi.com, Senin (21/09/2026).
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan digital tidak boleh hanya disikapi dari sisi negatifnya saja, tapi harus menjadi pukulan untuk mematangkan kedewasaan dan mempersiapan masa depan yang cerah.
“Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang memberikan akses informasi secara cepat dan luas. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam hal etika, empati, tanggung jawab sosial, dan pembentukan karakter. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendidikan karakter perlu beradaptasi dengan realitas digital agar nilai moral tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” tambahnya.
Melalui diskusi tersebut, HMI Cabang Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan ingin mengajak mahasiswa melihat kembali hakikat pendidikan.
“Pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan kemampuan intelektual, tetapi juga harus mampu melahirkan manusia yang memiliki integritas, kepedulian sosial, akhlak, serta keberanian mengambil tanggung jawab terhadap persoalan masyarakat,” kata Rahmat Fauzi Harahap selaku sekertaris Umum.
Lebih lanjut Rahmat “Dalam perspektif pendidikan profetik, nilai-nilai kenabian menjadi salah satu landasan penting dalam membangun manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki orientasi moral dan kemanusiaan. Kajian mengenai pedagogik profetik menempatkan nilai seperti kejujuran, kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter” jelasnya.
Sementara itu, Ucok Dakal Harahap mengatakan bahwa diskusi tersebut bukan hanya konsen membahas kesalahan tetapi harus mampu memberi ruang solusi bagi generasi muda.
“Karena itu, diskusi ini tidak hanya diarahkan untuk membicarakan “apa yang salah dengan Generasi Z”, tetapi juga mempertanyakan bagaimana pendidikan, keluarga, lingkungan sosial, lembaga pendidikan, dan organisasi kemahasiswaan dapat mengambil peran dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya,” terang Bendahara Umum HMI Cabang Padangsidimpuan-Tapsel.
Organisasi Agen Of Change dari tanah Tabagsel tersebut berkomitmen untuk memberikan ruang-ruang intelektual bagi generasi muda dan merupakan bagian dari ikhtiar membangun kultur berpikir kritis di kalangan mahasiswa.
Menurut mereka masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa maju teknologi yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menggunakannya.
Melalui semangat Yakin Usaha Sampai, HMI Cabang Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan Periode 2026–2027 berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang belajar, diskusi, dan refleksi bagi mahasiswa sebagai bagian dari ikhtiar membangun generasi yang berilmu, berintegritas, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan umat dan bangsa.
