HMI Cabang Mataram Gelar Dialog Publik Bahas Krisis Ekologi di NTB

0
IMG-20261006-WA0046

MATARAM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menggelar dialog publik dengan tema “Upaya Pemerintah dalam Menanggulangi Realitas Krisis Ekologi di NTB”. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus mendorong keterlibatan publik dalam mengawal kebijakan pemerintah di bidang ekologis.

 

Dialog publik tersebut dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026, mulai pukul 19.30 WITA hingga selesai. Kegiatan bertempat di Meeino Warking, Gomong, Mataram, dan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, serta organisasi terkait lingkungan.

 

Suasana Diskusi Publik di Meeino Warking (6/9/2026)

 

Sejumlah narasumber yang dihadirkan antara lain H. Didik Mahmud Gunawan, Hadi, ST., M.Si., selaku Kadis LHK Provinsi NTB, serta Drs. H. Surya Bahari, M.M.Pd., Kepala Bakesbangpol DITPOLDA NTB. Kehadiran unsur pemerintah diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai langkah dan kebijakan yang telah maupun akan dilakukan dalam menghadapi persoalan lingkungan di NTB.

 

Selain itu, dialog juga menghadirkan Hamdan Kasim, Anggota DPRD Provinsi NTB, dan Dr. Alfisyahrin, M.Si., akademisi Universitas Internasional Bima. Perspektif legislatif dan akademik diharapkan dapat memperkaya pembahasan, terutama terkait kebijakan publik, pengawasan, serta pendekatan ilmiah dalam menangani persoalan ekologis.

 

Krisis ekologi menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kelestarian lingkungan, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, forum dialog publik diharapkan mampu membuka ruang pertukaran gagasan antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat mengenai langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di NTB.

 

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Nasri, Ketua Umum HMI Mataram, dijadwalkan menyampaikan opening speech. Sementara itu, Sandi Satrio, Kabid LH HMI Mataram, turut terlibat dalam forum, dengan Hernan Pasyah, Pengurus HMI Mataram, bertindak sebagai moderator.

 

HMI Cabang Mataram menempatkan dialog tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang intelektual bagi mahasiswa dan masyarakat untuk membicarakan persoalan publik secara kritis. Persoalan lingkungan dinilai tidak cukup hanya dibicarakan sebagai isu ekologis, tetapi juga perlu dilihat dari aspek kebijakan, tata kelola pemerintahan, kepentingan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan.

 

Melalui dialog publik ini, HMI Cabang Mataram diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi yang konstruktif terkait penanggulangan krisis ekologi di NTB. Forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *