Reboisasi Peradaban: HMI Dorong Transformasi Sampah Menjadi Berkah untuk Pekanbaru Bersih dan Hijau

0
1001454833

PEKANBARU, BERITAHMI.COM — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru melaksanakan kegiatan “Reboisasi Peradaban: Gerakan Hijau HMI” dengan mengusung tema “Dari Sampah Menjadi Berkah: Membangun Budaya Lingkungan Menuju Pekanbaru Bersih dan Hijau”. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Bunga Impian Okura, Rumbai, Kota Pekanbaru, sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam mendorong kesadaran ekologis dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, pengelola Taman Bunga Impian Okura, Ketua RT/RW setempat, serta pengurus dan kader HMI Cabang Pekanbaru.

Dalam kegiatan tersebut, Reza menyampaikan bahwa persoalan sampah perlu dipandang melalui pendekatan hulu hingga hilir. Pengelolaan sampah tidak semata-mata berorientasi pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi harus dimulai dari sumbernya melalui upaya pengurangan, pemilahan, pemanfaatan, pengolahan, hingga penanganan residu.

Menurut Reza, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mendorong berbagai kebijakan dan fasilitas pengelolaan lingkungan, di antaranya pengurangan penggunaan sampah plastik, pengembangan rumah kompos, bank sampah, serta berbagai bentuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting mengingat timbulan sampah Kota Pekanbaru mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan persampahan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah.

Reza juga menekankan bahwa sampah yang masih memiliki nilai guna perlu dimanfaatkan dan diolah sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat dipilah dan diarahkan pada proses pemanfaatan maupun daur ulang.

HMI Dorong Kesadaran Ekologis dan Aksi Nyata

Ketua HMI Cabang Pekanbaru, Raihan Darma Putra, menyampaikan bahwa persoalan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran publik sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.

“Gerakan hijau tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi, baik melalui edukasi, advokasi maupun aksi nyata di tengah masyarakat,” ujar Raihan.

Ia menambahkan “Kejadian karhutla yang baru-baru ini terjadi di beberapa titik di Provinsi Riau menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama. Ketika manusia memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat lingkungan, pada hakikatnya kita sedang menjaga keberlangsungan kehidupan kita sendiri. Alam memiliki mekanisme untuk memberikan manfaat dan perlindungan bagi kehidupan ketika kita mampu memperlakukannya secara bertanggung jawab,” ujar Raihan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Raja Osama Melfa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai forum edukasi lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk implementasi nyata dari kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan ekosistem.

“Kami ingin memastikan bahwa gagasan yang disampaikan dalam forum ini dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Karena itu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit sebagai simbol sekaligus langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” ungkap Raja.

Tanam 100 Bibit, Wujudkan Gerakan Hijau

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Reboisasi Peradaban: Gerakan Hijau HMI, HMI Cabang Pekanbaru bersama pengelola Taman Bunga Impian Okura, RT/RW setempat, serta peserta kegiatan melaksanakan penanaman 100 bibit pohon di kawasan tersebut.

Penanaman ini menjadi bentuk konkret dari komitmen HMI Cabang Pekanbaru dalam mendorong penghijauan dan pemulihan kualitas lingkungan. Lebih dari sekadar aktivitas menanam pohon, kegiatan tersebut dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran ekologis dan menanamkan nilai keberlanjutan kepada generasi muda.

Melalui gerakan “Reboisasi Peradaban: Gerakan Hijau HMI”, HMI Cabang Pekanbaru berharap gerakan kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan serta melibatkan semakin banyak elemen masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, masyarakat, dan pengelola lingkungan dalam membangun budaya ekologis menuju Pekanbaru yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *