HMI Cabang Mataram Nyatakan Sikap Tolak Kunjungan Presiden RI di NTB, Soroti Isu Supremasi Sipil
HMI Cabang Mataram Nyatakan Sikap Mataram, BERITAHMI.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram Periode 2026–2027 menyatakan sikap menolak kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sikap tersebut disampaikan melalui poster resmi yang beredar di media sosial dengan tajuk “Tolak Kedatangan Presiden RI di NTB! Tegakkan Supremasi Sipil dan Otonomi Rakyat” serta diperkuat dalam penyampaian aspirasi di hadapan Pemerintah Provinsi NTB.
Dalam pernyataannya, HMI Cabang Mataram menegaskan bahwa penolakan tersebut merupakan bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sejalan dengan amanat konstitusi.
Organisasi tersebut menyoroti isu supremasi sipil, dugaan militerisasi birokrasi, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pentingnya menjaga otonomi desa dan tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.
HMI juga menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya mendesak pemerintah menghentikan praktik rangkap jabatan yang dinilai bertentangan dengan prinsip pemerintahan yang baik, menolak militerisasi birokrasi sipil, serta meminta evaluasi terhadap sejumlah program strategis nasional agar lebih akuntabel dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, HMI Cabang Mataram menyerukan penegakan supremasi hukum, pemberantasan korupsi secara tegas, dan perlindungan terhadap prinsip demokrasi serta konstitusi.
Menurut mereka, kebijakan negara harus senantiasa berpijak pada kepentingan rakyat dan nilai-nilai reformasi.
Sikap HMI Cabang Mataram tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi publik yang dilakukan secara terbuka.
Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan tanggapan resmi secara khusus terhadap poster penolakan tersebut, meskipun sebelumnya pemerintah daerah telah merespons berbagai tuntutan mahasiswa dalam aksi-aksi yang berlangsung di NTB.