BERITAHMI.COM – Setelah usai acara dan 5 malam bermalam di Washington DC, kami mulai bergegas untuk berangkat menuju ke Hartford di Connecticut pada Sabtu 18/7. Sebelum berangkat pagi itu kami berdua sowan izin pamit ke Pak Dubes dan Ibu. Sambil nunggu sopir yang akan mengantar, kami ngobrol berempat tentang diaspora Indonesia di AS. Setelah Pak Amir sopir siap, kami berdua diantar ke Bandara Dulles, Washington DC. Kami berdua masuk boarding jam 12.30. Lama banget pesawat United Air tidak bergerak. Baru kemudian ada pengumuman bahwa ada “thunder storms (badai)” di sekitar New York dan Connecticut. Waduh pasti pesawat ini akan tunda (deleyed) menunggu badai reda. Betul pesawat kami deleyed selama 12 jam di Bandara Dulles. Bayangkan betapa lelah dan menyebalkan menunggu 12 jam. Pada jam 23.00 tengah malam baru pesawat mulai terbang menuju ke Bandara Bradley di Hartford, Connecticut. Dari Bradley kami berdua dijemput oleh sahabat saya menuju ke rumahnya dan tiba jam 1.00 dini hari. Tentu kami berdua penat dan capek banget.
Sepanjang perjalanan ke rumah sahabat, kami mendiskusikan tentang agenda dan jadwal selama 6 hari kunjungan di Hartford. Sejak awal kami sampaikan bahwa kami datang sangat ingin untuk sowan ketemu dengan beberapa dosen Professor yang WNI dan mengajar di Universitas Harvard dan MIT di Cambridge, Massachusetts. Ada beberapa nama-nama dosen WNI di dua perguruan tinggi tersebut. Kami berkirim pesan dan minta waktu untuk bisa sowan ketemu Beliau. Alhamdulillah sahabat dan para diaspora mendukung rencana dan agenda kami. Lalu kami menyusun jadwal untuk 6 hari efektif selama berada di Connecticut.
Setiba di rumah sahabat dan usai ngobrol ngalor-ngidul pada dini hari itu. Barulah usai sholat subuh kami bisa tidur nyenyak s/d jam 10.00. Usai bangun kami mendiskusikan lagi agenda dan jadwal kunjungan. Kami diperkenalkan dengn beberapa tamu diaspora Indonesia pagi itu di rumah sahabat. Kami sampaikan, bahwa kami ingin membangun dan merajut jejaring persahabatan. Ternyata kami disambut baik dan merasa didukung oleh para sahabat dan diaspora Indonesia di Hartford. Kebetulan sahabat saya ini Ketua Asosiasi Indonesia di Connecticut (IAC) dan disertasinya memang tentang adaptasi budaya para diaspora Indonesia. Dengan judul disertasi itu, tentu banyak ngumpul-ngumpul dengan para pelajar dan diaspora serta merajut dan membangun jejaring di antara mereka. Kami berdua juga ikut ngumpul-ngumpul, ikut ketemu, dan makan-makan dengan para diaspora di rumah sahabat saya ini. Dengan dua points penting dari sahabat tersebut di atas yang membuat kami merasa terbantu dan memudahkan agenda selama stay berada di Connecticut.
Begitulah diskusi-diskusi di hari pertama kunjungan kami ke Connecticut. Berikutnya besok hari Ahad 19 Juli kami sudah terjadwalkan untuk jalan darat berkunjung ke Universitas Harvard dan MIT di Cambridge, Massachusetts.
Tulisan Seri Ketiga.
Hartford, 20 Juli 2026
HSG
Penulis Adalah : A. Hanief Saha Ghafur
Dosen Tetap Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB), Universitas Indonesia dan Mantum HMI Cabang Malang.