Ahmad Hidayat Nahkhodai KAHMI Jabar 2026-2031, Dedi Mulyadi Ajak Intelektual Jadi Pencipta dan Inovator

0
Screenshot_2026-08-08-16-25-44-44_8096a67bfa5515995ffbb75d963d0a91-768x520

BANDUNG, BERITAHMI.COM – Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat menghasilkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031.

Ahmad Hidayat, S.I.Kom., memperoleh dukungan suara terbanyak dan dipercaya menjadi Koordinator Presidium MW KAHMI Jawa Barat.

Pemilihan tersebut berlangsung dalam rangkaian Muswil VII yang digelar di Kota Bandung. Dari proses pemungutan suara, ditetapkan tujuh figur sebagai Presidium Terpilih yang akan menjalankan kepemimpinan MW KAHMI Jawa Barat lima tahun ke depan.

Selain Ahmad Hidayat, enam nama lainnya yang masuk jajaran presidium adalah Suprih Rozikin, S.H., M.H.; H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb.; Saepul Bahri Bin Zein atau Om Zein yang juga menjabat Bupati Purwakarta; Dodi Ferdiana Kusnandar, S.Pd.I.; Husni Farhani M., S.H., M.Si., C.Me.; serta Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Terpilihnya jajaran baru tersebut diharapkan membawa KAHMI Jawa Barat semakin dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pesan mengenai pentingnya peran intelektual yang tidak berjarak dengan realitas sosial juga disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri pembukaan resmi Muswil VII di Grand Asrili Hotel Convention, Bandung, Jumat (07/08/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi atau KDM mengingatkan bahwa perubahan tidak cukup hanya mengandalkan pergantian kepemimpinan ataupun pembaruan aturan. Menurut dia, gagasan dan pengetahuan harus mampu diwujudkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat langsung.

Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara lingkungan akademik dan kondisi masyarakat. Keberadaan pusat pendidikan, kata KDM, semestinya mampu melahirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di sekitarnya.

“Akademik di kita sering kali bersifat normatif administratif untuk memenuhi gelar, tanpa ada kejujuran dan keadilan serta tidak menjunjung nilai-nilai kebenaran,” ujar KDM dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, tradisi pengetahuan masyarakat Nusantara pada masa lalu tidak berhenti pada penguasaan teks. Pengetahuan justru diwujudkan melalui karya dan tindakan yang memiliki manfaat bagi kehidupan bersama.

Karena itu, ia mendorong para akademisi dan alumni HMI untuk meningkatkan peran sebagai pencipta serta inovator. Produk intelektual, lanjutnya, dapat hadir dalam berbagai bidang, mulai dari seni, arsitektur, pendidikan, teknologi hingga energi.

“Kalau sudah pencipta, maka harus ada yang diciptakan. Bisa menciptakan lagu, karya arsitektur, sistem pendidikan, sistem aplikasi, sistem energi,” tuturnya.

KDM juga meminta KAHMI menerjemahkan gagasan keislaman dan pemikiran intelektual ke dalam bahasa yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, gagasan yang tinggi tidak akan banyak berarti apabila tidak dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Seluruh bahasa yang langit itu harus dijelaskan dalam bahasa bumi,” katanya.

Sementara itu, proses penentuan tujuh presidium sempat diwarnai persaingan ketat. Posisi terakhir bahkan menghasilkan jumlah suara yang sama antara Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. dan Budi Kurnia atau Budi Kurniawan.

Situasi tersebut akhirnya diselesaikan dengan sikap terbuka dan penuh persaudaraan. Budi Kurnia memilih memberikan kesempatan kepada Prof. Ahmad Sarbini untuk mengisi posisi tersebut sehingga susunan tujuh Presidium Terpilih MW KAHMI Jawa Barat dapat terbentuk.

Keputusan itu mendapat apresiasi dari peserta Muswil VII karena dinilai menunjukkan kedewasaan dalam menjaga semangat kekeluargaan di internal organisasi.

Dukungan terhadap kepemimpinan baru juga datang dari keluarga besar MD KAHMI Sukabumi. Ketua Presidium MD KAHMI Sukabumi, Ferry Gustaman, menyampaikan ucapan selamat kepada Ahmad Hidayat bersama enam presidium lainnya.

“Kami keluarga besar MD KAHMI Sukabumi mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya para Presidium MW KAHMI Jawa Barat periode 2026–2031, khususnya kepada Kanda Ahmad Hidayat sebagai Koordinator Presidium,” ujar Ferry.

Ia berharap kepemimpinan baru tersebut mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi KAHMI dalam berbagai bidang pembangunan.

“Kami meyakini di bawah kepemimpinan kolaboratif ini, KAHMI Jabar akan semakin solid, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun keumatan,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Dewan Pakar MD KAHMI Sukabumi, Redy Santosa. Ia menilai komposisi presidium baru memiliki keberagaman latar belakang yang dapat menjadi modal penting bagi KAHMI Jawa Barat dalam menjalankan agenda organisasi.

“Selamat atas amanah baru yang diemban para Presidium Terpilih. Komposisi ini sangat ideal, mempertemukan figur-figur strategis dari latar belakang politik, akademis, hingga birokrasi. Semoga MW KAHMI Jabar semakin akseleratif dalam mengawal transformasi keumatan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *