JEMBATAN KERJASAMA UNTUK PENGAYAAN MUTU PERGURUAN TINGGI

BERITAHMI.COM – Selasa 21 Juli di hari yang mendung itu ada dua agenda kunjungan yang sudah terkonfirmasi dan dijadwalkan waktu untuk ketemu, yaitu: 1). Diterima untuk ketemu dengan Prof. Yan Hong, Direktur pada Graduate Program, Universitas Connecticut (UCONN). Pertemuan dijadwalkan jam 13.00 pm; 2). Diterima untuk ketemu dengan Madam Prof. Sherry L. Turner, Presiden pada Hartford International University/ HIU). Pertemuan dijadwalkan sore jam 16.00 pm. Sebelum pertemuan kami bertiga mendiskusikan apa yang akan disampaikan kepada kedua Beliau. Usai diskusi serius, ada pertanyaan ringan dari sahabat : apa ada hadiah cendera mata untuk dua pejabat itu?? Yaa tidak ada, Yaa OK kita beli, kata saya. Tidak usah beli, ini sarung dari Bapak berikan saja kepada Beliau, kata sahabat. Jadi teringat ajaran Ibu saya: “kalo sudah diberikan, jangan kau minta lagi pemberianmu”. Yaa OK-lah, namun ini darurat dan sempit waktu. Akhirnya kita siapkan sarung untuk Beliau. Siapa tahu mereka senang dan mau memakainya seperti “kaum santri sarungan”. Kami memang membawa oleh-oleh sarung dan souvenir untuk para sahabat di Washington dan Connecticut. Ternyata semua itu sudah habis terbagi. Namun tidak apalah, tidak ada rotan akarpun jadi.

Pada Selasa 21/7, jam 12.00 kami bertiga siap-siap untuk berangkat. Sebelum berangkat, ada sahabat kami Prof. Indriyo Sukmono dari Yale New Haven akan ke Hartford. Sekalian kami ajak untuk bergabung dalam pertemuan dengan dua pejabat UCONN dan HIU. Ternyata Bapak Indriyo membawakan hadiah cendera mata untuk saya. Sayapun terkaget dan Pak Indriyo menyampaikan: “kemarin Bapak beli terlu kecil, ini saya bawakan kaos yang cukup untuk ukuran Bapak”. Waduh terima kasih banget Prof. Matur nuwun sanget pangestunipun.

Tiba di kampus Universitas Connecticut bagaikan disambut oleh gedung-gedung tua. Paling pas jika gedung itu tampak dari luar dapat disebut sebagai “rumah hantu”. Nampak lebih tua dari gedung tua yang kami lihat di Harvard, Yale, dan MIT. Kami disambut staf dengan ramah-tamah dan menyilakan masuk ke ruang kerja Prof. Yan Hong di lantai 2. Madam Prof adalah warga negara AS diaspora keturunan Chinese. Dengan jabatannya sebagai Direktur bertanggung jawab dengan kerjasama internasional dan penerimaan mahasiswa baru. Untuk itu kami mengajak kerjasama dengan perguruan tinggi Indonesia, LPDP, dan berbagai scholarship agency. Tujuannya agar UCONN dapat menjadi tujuan beasiswa Indonesia. Kami juga bertanya tentang peluang Uconn memberi beasiswa, kolaborasi riset, postdoctoral fellowship, visiting professor, student exchange, dual degree, dll. Alhamdulillah semua ada di Uconn dengan seleksi tentunya. Kami diberi brosur untuk program tersebut. Menariknya yang banyak disebut dan menerima manfaat antara lain justeru China, Vietnam, Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir. Indonesia jarang disebut dalam pembicaraan itu. Sebagai Universitas publik, biasanya banyak memberi peluang layanan kepada publik. Menariknya Uconn adalah universitas tua berdiri 1881 dengan dana abadi sebesar $ 594 juta pada tahun 2022.

Usai ngobrol dan berdiskusi di ruang kerjanya, kami diajak keliling kampus UCONN School of Law di tengah rintik-rintik hujan. Kami dibawa masuk ke ruang-ruang kelas, perpustakaan, ruang simulasi beracara, ruang praktik peradilan, dan lainnya. Memasuki gedung-gedung tua itu, ternyata di dalamnya luar biasa mengejutkan kami. Desain interiornya bersih, lengkap, indah, dan menyenangkan. Tak menyangka rumah hantu itu ternyata miniatur sorga dengan interior indah banget. Usai keliling UCONN School of Law kami izin pamit.

Di tengah hujan rintik-rintik kami bergeser ke kampus Hartford International University (HIU). Kami diterima Presiden (Rektor) Universitas dan bertemu pada jam 16.00. Kami telah hadir sebelumnya dan menunggu di ruang tamu. Tepat jam 16.00 kami disilakan masuk ke ruang kerja Madam President Sharry L. Turner. Beliau didampingi Prof. David D. Grafton dan beberapa pejabat yang ikut by zoom meeting. HIU kuat dalam program pengembangan peace building dan manajemen konflik. Kepada Madam President saya bercerita pengalaman saya 2004 ikut pelatihan manajemen konflik di Ohio University, Athens selama sebulan 12 hari. Pelatihan ini didukung oleh United Institute of Peace (USIP) bekerjasama dengan CERIC Universitas Indonesia. USIP sekarang bubar dan ditutup oleh Presiden Donald Trump. Tentu saya sangat kecewa dan minta Madam President mengambil alih sumber daya USIP dan dipindahkan ke HIU. Beliau menjawabnya dengan tersenyum.

Pada akhir diskusi dengan Madam President Prof. Sherry L. Turner bercerita bahwa Beliau dan rombongan akan berkunjung ke Indonesia dari 17 sd 27 Agustus dan akan menjadi tamu Menteri Agama dan beberapa perguruan tinggi. Diakhir cerita Madam President titip surat kepada saya untuk disampaikan kepada Bapak Jusuf Kalla. Terima kasih semuanya. Semoga semuanya berjalan mudah, lancar, dan sukses. Amin.

Tulisan Seri Keenam

Washington DC, 23 Juli 2026, HSG.

Penulis Adalah : A. Hanief Saha Ghafur, Dosen Tetap pada Program Doktor Kajian Stratejik dan Global (S3-KSG), Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB), Universitas Indonesia dan Alumni HMI Cabang Malang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *