Tuhan Lepas Tangan terhadap Republik Oligarki

BERITAHMI.COM – Barangkali Tuhan memang sedang “lepas tangan” terhadap republik ini. Bukan karena langit berhenti mengawasi, melainkan karena manusia telah diberi akal, hukum, dan amanah, tetapi memilih menukarnya dengan kekuasaan. Demokrasi yang dahulu dijanjikan sebagai jalan menuju kedaulatan rakyat, kini oleh banyak pengkritiknya dipandang semakin menyerupai panggung tempat modal memilih penguasa, sementara rakyat sekadar menjadi penonton yang datang lima tahun sekali untuk memberi tepuk tangan di bilik suara.

Korupsi pun bukan lagi tampak sebagai penyimpangan, melainkan seperti gejala dari sistem yang sakit. Ketika biaya politik begitu mahal, kekuasaan mudah berubah menjadi investasi yang harus dikembalikan. Jabatan diperebutkan bukan semata-mata untuk melayani, melainkan juga untuk menguasai akses terhadap anggaran, proyek, dan pengaruh. Dalam pandangan para kritikus demokrasi liberal, di titik inilah oligarki memperoleh ruang: kekayaan memengaruhi politik, politik melindungi kekayaan, dan keduanya saling menguatkan.

Ironinya, di atas panggung itu, moralitas tetap menjadi dekorasi. Agama dikutip, budaya dipanggungkan, nasionalisme dikumandangkan. Kata amanah terdengar di setiap pidato, sementara kepercayaan publik terus terkikis setiap kali skandal baru terungkap. Rakyat tidak hanya kehilangan uang negara; mereka kehilangan keyakinan bahwa kekuasaan masih dapat menjadi jalan pengabdian.

Maka, jika ada yang berkata, “Tuhan telah lepas tangan,” sesungguhnya itu adalah jeritan satir dari rakyat yang terlalu lama menyaksikan republik ini dikelola oleh kepentingan yang dianggap lebih kuat daripada nurani. Sebab yang benar-benar melepaskan tangan bukanlah Tuhan, melainkan mereka yang menggenggam amanah publik tetapi enggan melepaskan keserakahan. Selama kekuasaan lebih tunduk kepada modal daripada kepada rakyat, demokrasi akan terus kehilangan ruhnya, dan kepercayaan publik akan tetap menjadi korban yang paling sunyi.

Penulis Adalah : Buhari Fakkah, Dosen UMS Rappang dan Alumni HMI.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *