Masa Depan HMI Dipertaruhkan, Syahruni Haris: Kader Harus Berani Membaca Perubahan
Beritahmi.com | Bulukumba—Masa depan kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian Training Raya Tingkat Nasional HMI Cabang Bulukumba.
Melalui forum Intermediate Training (LK II), para kader diajak menelaah arah dan tantangan kepemimpinan organisasi di tengah perubahan sosial, politik, dan teknologi yang berlangsung cepat.
Pembahasan tersebut berlangsung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bulukumba, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 41, sebagai bagian dari rangkaian perkaderan HMI Cabang Bulukumba. Forum mengusung grand tema “Kepemimpinan Profetik HMI Pilar Indonesia Emas 2045.”
Materi bertajuk “Masa Depan Kepemimpinan HMI” disampaikan oleh Syahruni Haris, S.Sos., M.I.Kom. Dalam forum tersebut, Syahruni mendorong kader HMI agar tidak hanya membangun kapasitas intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan membaca perubahan dan memahami persoalan nyata yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Syahruni, tantangan kepemimpinan HMI ke depan semakin kompleks. Perubahan sosial yang cepat menuntut kader memiliki kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan prinsip dan nilai dasar perjuangan yang menjadi fondasi organisasi.
“Masa depan kepemimpinan HMI sangat ditentukan oleh kemampuan kader membaca perubahan. Kader tidak cukup hanya kuat secara intelektual, tetapi juga harus memiliki integritas, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian mengambil tanggung jawab di tengah masyarakat,” kata Syahruni Haris dalam pemaparannya, Sabtu (29/8) malam.
Ia menilai kepemimpinan tidak semestinya dipahami sebatas kemampuan menduduki jabatan atau posisi struktural. Lebih dari itu, seorang pemimpin dituntut mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan, membangun kepercayaan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kepemimpinan harus dibuktikan melalui kemampuan menghadirkan solusi. Jabatan bisa berakhir, tetapi manfaat dan kepercayaan yang dibangun melalui kerja nyata akan menjadi ukuran kepemimpinan seseorang,” ujarnya.
Gagasan tersebut, menurutnya, relevan dengan konsep kepemimpinan profetik yang menjadi tema besar Training Raya HMI Cabang Bulukumba. Kader HMI diharapkan tidak hanya disiapkan untuk mengelola organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Forum kemudian menjadi ruang dialog bagi peserta untuk memperluas perspektif mengenai posisi HMI dalam menghadapi perubahan zaman. Peserta didorong untuk melihat masa depan organisasi bukan sekadar sebagai persoalan regenerasi kepemimpinan, melainkan sebagai upaya menyiapkan kader yang mampu menjawab tantangan bangsa.
Melalui proses perkaderan tersebut, HMI Cabang Bulukumba diharapkan dapat melahirkan kader dengan kapasitas intelektual, integritas, dan keberanian mengambil peran di ruang publik.
Dari ruang-ruang perkaderan inilah, gagasan tentang kepemimpinan HMI terus diuji untuk menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
