MERAJUT JEJARING KERJASAMA, MENYUSUN PROGRAM DAN AGENDA AKSI

BERITAHMI.COM – Senin 20 Juli kami bertiga berangkat ke New Haven. Kota kecil di negara bagian Connecticut. Sekitar perjalanan satu jam dari Hartford, tempat menginap. Keberangkatan disiapkan menggunakan mobil milik Ibu Erna (diaspora asal Semarang). Tujuannya hanya satu, yaitu ketemu Prof. Indriyo Sukmono (dosen bahasa dan kebudayaan Indonesia) di Yale University. Pertemuan telah terkonfirmasi dan dijadwalkan pada jam 13.00 pm. Tiba di kampus Yale University, kami bertiga nonton pameran buku dulu, sambil menunggu kehadiran Prof. Indriyo. Pameran buku tentang nasionalisme dan patriotisme Amerika Serikat di Perpustakaan Beinecke yang khusus menghimpun buku jarang dan manuskrip tua. Buku dan manuskrip langka yang sudah tidak beredar di masyarakat, masih tersimpan rapi di gedung 7 lantai ini.

Setelah Bapak Indriyo Sukmono tiba, maka kami keluar dan ngobrol di halaman depan perpustakaan dan di samping gedung tua pusat administrasi (Rektorat). Yale University termasuk universitas tua di AS dan berdiri tahun 1701. Dua perguruan tinggi lainnya yang telah kami kunjungi juga berumur ratusan tahun. Harvard berdiri 1636 dan MIT berdiri 1861. Bahkan lebih tua lagi tua lagi adalah Universitas Oxford berdiri 1096, saat itu Indonesia masih di bawah kerajaan Majapahit 1293. Baru 700-an tahun kemudian Amerika Serikat mulai membangun perguruan tinggi.

Obrolan dengan Bapak Indriyo seputar tentang Yale. Termasuk tempat Beliau mengajar di Program Southeast Asian Studies. Saya mencoba mencari angle yang tepat untuk bertanya. Pertanyaan saya kepada Beliau: apa agenda dan kerjasama yang bisa kita lakukan?? Banyak Bapak, jawab Beliau. Tentu saja saya senang dengan jawaban itu. Bisa joint conference antara Yale University dengan perguruan tinggi Indonesia. Bagaimana kalau joint riset dengan Yale, tanya saya? Wah kalau itu bergantung tema riset dan kesediaan masing-masing lembaga di Yale, jawab Beliau. Seberapapun tentu kami senang dengan kesiapan membantu menggalang akademisi Yale untuk joint conference, publikasi makalah, dan kerjasama lainnya. Walaupun dalam hati kami tetap berharap ada kerjasama riset dan kolaborasi riset bersama.

Saya juga bercerita bahwa dosen yang pernah mengajar saya Prof. Koentjaraningrat adalah alumni Yale dan Prof. Harsja W. Bachtiar pembimbing tesis saya adalah alumni Harvard. Dengan cerita ini, Prof. Indriyo Sukmono bercerita panjang labar. Beliau cerita bahwa banyak professor senior di Yale masih mengenang dengan baik Prof. Koentjaraningrat. Bahkan Pak Indriyo mengajak kami joint conference atau memorial lecture untuk Prof. Koentjaraningrat kerjasama antara Yale dengan UI. Juga banyak cerita tentang agenda, program, kolaborasi, dan kerjasama yang dapat dilakukan. Usai ngobrol panjang, kami diajak Pak Indriyo jalan-jalan keliling kampus.

Pak Indriyo Sukmono mengajak kami ke gedung tua semacam hall pertemuan. Di atas pintu ada kutipan ayat dari 5 agama di dunia. Bagian Islam mengutip surat al-Iqro’ dan ayat kursi dalam tulisan arab. Dari gedung tua itu kami berkunjung ke Yale School of Music, School of Law, dan ke toko buku. Usai berlama-lama di toko buku, Pak Indriyo mengajak kami berkunjung ke tempat kuliah dan asrama Prof. Koentjaraningrat sewaktu kuliah di Yale. Dulu asrama itu bernama International House dan sekarang berganti fungsi menjadi tempat belajar musik. Kata Beliau di asrama ini pula Prof. Koentjaraningrat melakukan akad nikah dengan isteri Beliau di jawa menggunakan telepon jarak jauh.

Malam usai makan malam di New Haven, kami pulang menuju Hartford. Besok Selasa 21 Juli kami telah terkonfirmasi diterima dan dijadwalkan untuk bertemu dengan Prof. Yan Hong (Director of Graduate Program) di University of Connecticut pada jam 13.00 dan ketemu madam Prof. Sherry L. Turner (Presiden Hartford International University) pada jam 15.30. Semoga semuanya berjalan lancar dan sukses.

Tulisan Seri Kelima

Hartford, 22 Juli 2026
HSG

Penulis Adalah : A. Hanief Saha Ghafur, Dosen Tetap pada Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB), Universitas Indonesia.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *