Mengenal Lebih Dekat Bakal Calon Wakil Bupati Koltim, Jebolan Kader Hijau Hitam
BERITAHMI.COM — Peta politik menuju Pilkada Kolaka Timur (Koltim) mulai menarik perhatian. Sejumlah nama mulai mencuat.
Dua partai memiliki kekuatan politik untuk mengusung pasangan calon, yakni NasDem dan PAN.
Dari internal NasDem, sejumlah kader disebut berpotensi masuk dalam bursa kandidat. Salah satunya H. Syahrul Beddu, S.IP., M.H.
Syahrul bukan nama baru dalam dunia politik Sulawesi Tenggara. Rekam jejaknya terbentang di parlemen, organisasi kepemudaan, dan dunia usaha.
Pria kelahiran Kolaka, 3 April 1979, itu merupakan lulusan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO).
Syahrul kemudian melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Selain dikenal sebagai kader NasDem, Syahrul juga merupakan jebolan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Latar belakang aktivismenya di organisasi mahasiswa menjadi salah satu bagian dari perjalanan Syahrul sebelum terjun lebih jauh ke dunia politik.
Pengalaman politik Syahrul dimulai sejak masih menjadi mahasiswa. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Presiden Mahasiswa UHO periode 2000-2001.
Ia juga pernah menjabat Menteri Koordinator Politik Akademis Kabinet Mahasiswa UHO serta Ketua Umum Lembaga Kajian Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UHO.
Karier politiknya kemudian berlanjut ke parlemen. Syahrul menjadi anggota DPRD Kolaka Utara periode 2004-2009.
Selanjutnya, ia duduk sebagai anggota DPRD Kolaka periode 2009-2014 dan kembali menjadi anggota DPRD Kolaka Utara periode 2014-2019.
Di organisasi kepemudaan, Syahrul pernah dipercaya memimpin KNPI Sulawesi Tenggara periode 2016-2019.
Ia juga pernah menjabat Ketua ESDM DPP KNPI dan Wakil Bendahara KONI Sulawesi Tenggara periode 2019-2023.
Saat ini, Syahrul aktif dalam berbagai kegiatan dunia usaha, selain tetap berkiprah di Forum CSR PPM Sulawesi Tenggara periode 2022-2027.
Di dunia usaha, ia tercatat sebagai Komisaris Utama PT Kolaborasi Mining Indonesia, selain sejumlah posisi komisaris lainnya.
Nama Syahrul menjadi salah satu kader yang diperhitungkan dalam bursa internal NasDem. Selain dirinya, sejumlah nama lain juga mencuat.
Mereka yakni Hartini Azis, anggota DPRD Sultra, Hj. Jumhani selaku Ketua DPRD Koltim, dan Irwansyah, anggota DPRD Koltim.
Bursa internal NasDem masih dinamis. Masing-masing figur memiliki latar belakang politik dan pengalaman berbeda.
Keputusan mengenai figur yang akan diusung nantinya berada pada mekanisme dan pertimbangan internal partai.
Termasuk keputusan DPW dan DPP NasDem, di bawah kepemimpinan H. Ali Mazi selaku Ketua NasDem Sulawesi Tenggara.
Dengan rekam jejak di legislatif, organisasi kepemudaan, HMI, serta dunia usaha, Syahrul menjadi figur yang patut diperhitungkan.
Arah politik NasDem dan komunikasi antarpartai akan menjadi bagian penting dalam menentukan kandidat yang bakal diusung.*
