Tragedi KM Nurul Salsa Ungkap Lemahnya Kesiapsiagaan Maritim Selayar, HMI YPUP Desak Pemda Perkuat SAR di Wilayah Kepulauan
Selayar, BERITAHMI.COM – Tragedi yang menimpa KM Nurul Salsa kembali memunculkan kritik terhadap kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah kepulauan.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat YPUP menilai insiden tersebut menjadi bukti masih lemahnya sistem mitigasi dan penanganan bencana maritim di daerah.
Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi HMI Komisariat YPUP, Sabry, yang juga merupakan mahasiswa asal Pulau Jampea, mengatakan karakter geografis Selayar sebagai daerah kepulauan seharusnya diikuti dengan kesiapan infrastruktur keselamatan, termasuk penyediaan pos pengamanan dan pos SAR di titik-titik yang dianggap rawan.
”Sebagai kabupaten kepulauan, Selayar semestinya telah memiliki sistem penanganan darurat yang memadai. Pos SAR dan fasilitas keselamatan di titik-titik strategis seharusnya sudah menjadi prioritas sejak lama, bukan baru dipikirkan setelah musibah terjadi,” kata Sabry, Jumat (17/07/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak lagi membutuhkan janji atau retorika, melainkan langkah nyata dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperkuat sistem keselamatan pelayaran.
Ia berharap tragedi KLM Nurul Salsa menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keselamatan transportasi laut di Kepulauan Selayar.
Sabry juga mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar kepercayaan publik terhadap pelayanan dan perlindungan masyarakat dapat dipulihkan.
”Harapan kami sederhana, jangan sampai musibah seperti ini terus berulang karena lemahnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, HMI Komisariat YPUP bersama masyarakat kepulauan akan terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada keselamatan warga, khususnya di wilayah-wilayah pulau yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kecelakaan laut.